Pengertian Essay

      Essay adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang essay disebut esais. Essay sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Essay informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan 'saya' dan seolah - olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun essay yang formal pedekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratn penulisan.


Perkenalan Diri Sendiri 

      Nama saya Desintia Anggraeni, disini saya akan mendefinisikan tentang diri saya. Saya lahi di Bekasi 28 Desember 1993, Saya seorang perempuan yang memiliki sikap yang cuek atau tidak terlalu peduli dengan hal yang tidak penting menurut saya, saya juga seseorang yang mudah marah atau emosional jika ada sesuatu hal yang membuat saya kesal.  Saya itu orang yang tidak terlalu pandai bergaul atau akrab dengan orang lain, tetapi jika ada orang yang menurut saya orang tersebut asik dan cocok untuk saya ajak berteman atau ngobrol saya bisa menjadi orang yang asik seperti yang lain. Saya juga memiliki hobi membaca komik jepang, dan mempunyai cita - cita yang tidak sejalan dengan pendidikan saya saat ini yaitu ingin menjadi seorang komikus atau pembuat komik. Dan film yang saya sukai juga beraliran anime jepang. Hampir semua jenis film anime saya suka.
     
      Saya seorang perempuan yang sedikit pendiam, tetapi jika mereka yang telah mengenal saya, saya bisa menjadi seseorang yang cukup cerewet. Saya tidak terlalu banyak memiliki kemampuan atau keahlian yang lebih dalam hal apapun. Kelemahan saya, saya sedikit sulit untuk cepat mengerti atau memahami apa yang orang jelaskan ke saya misalkan saat dosen menjelaskan sesuatu yang rumit dan sulit untuk saya pahami. Tetapi jika di jelaskan secara detail dan pelan - pelan saya akan dapat memahaminya dan mengerti. Selain itu saya juga memiliki kelemahan yang lain yaitu saya adalah orang yang mudah melupakan sesuatu, terutama jika menyimpan suatu barang saya dengan mudah melupakan barang tersebut di simpan dimana. Tetapi ada hal tertentu yang bisa saya ingat, misalkan ada kejadian di hidup saya yang menurut saya kejadian itu sangat penting dan harus saya ingat. 
          
     Dalam hal mata kuliah saya lebih suka belajar mata kuliah tentang hafalan dari pada hitung - hitungan atau berhitung karna saya tidak pandai menghitung dengan cepat dan kurang teliti dalam mengerjakan sesuatu tentang angka dan berhitung. Kelebihan saya, saya hanya bisa mengerjakan pekerjaan di rumah.Saya suka dengan orang - orang atau teman yang memiliki sikap ramai, dapat menyesuaikan kondisi saat kita bermain atau bercanda dan saat kita serius untuk mengerjakan sesuatu hal. Seperti itulah sedikit definisi tentang diri saya, terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca postingan tentang diri saya.

Sumber: http://www.pemustaka.com/pengertian-esai-dan-ciri-cirinya.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis perilaku konsumen pada pembelian produk telepon seluler.

            Perkembangan telepon seluler (handphone), telah berkembang pesat. Banyak orang-orang yang telah memilki produk ini. Produk ini menjadi produk penting bagi masyarakat bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi mereka, oleh karna itu produk ini banyak berkembang pesat dipasaran. Hal ini mendorong perusahaan yang berada dibidang komunikasi tersebut atau perusahaan yang membuat telepon seluler tersebut dari perusahaan dengan merek-merk telepon seluler yang terkenal sampai tidak terlalu terkenal untuk berlomba-lomba mengembangkan telepon seluler itu menjadi telepon seluler yang modern.  
            Pembelian telepon seluler oleh konsumen pertama di lakukan terlebih dahulu melalui tahap proses keputusan pembelian. Pada tahap pengenalan kebutuhan sebagian besar konsumen menyatakan bahwa mempermudah komunikasi merupakan motivasi atau alasan utama mereka dalam membeli telepon seluler. Kegunaan utama yang di cari sebagian besar oleh konsumen pada saat membeli telepon seluler adalah untuk kegunaan ( fungsional ) yaitu sebagai alat komunikasi mobile ( bergerak ) yang praktis, dan mudah di bawa kemana saja, setelah faham pentingnya kebutuhan telepon seluler, konsumen akan melakukan tahap pencarian informasi, sebagian besar konsumen menyatakan bahwa sumber informasi mereka dapatkan dari teman dan banyak di pengaruhi media cetak dan aspek yang paling di cari dari informasi itu adalah tentang fitur-fitur yang ada dalam telepon seluler itu. Pada tahap evaluasi alternative yang menjadi pertimbangan utama konsumen untuk melakukan pembelian adalah harga kemudian mengidentifikasi telepon seluler berkualitas atau tidak dengan melihat dari fitur-fitur yang ada. Setelah melakukan tahap evaluasi alternative, barulah konsumen melakukan proses pembelian. 
            Setelah tahap yang telah dilakukan oleh konsumen berikutnya sampai ke tahap evaluasi pasca pembelian, dimana para konsumen mengevaluasi apakah produk yang mereka peroleh dari pembelian tersebut memuaskan atau tidak. Evaluasi konsumen tidak hanya dilahat atau terfokus pada atribut produk saja tetapi juga ada factor lain seperti segmen pasar yang dituju, lokasi atau factor budaya. Karena biasanya konsumen lebih memilih tempat pembelian produk yang terjamin dan terkenal mereknya.
            Usaha untuk merebut segmen pasar harus selalu di lakukan dan di perbaharui. Untuk itu perusahaan penting untuk lebih mengenal konsumen dan berupaya memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk telepon seluler. Hal ini di lakukan demi  perusahaan itu sendiri. Oleh karenanya pemasar yang baik harus dapat memperhatikan hal ini, sebab dalam proses pembelian konsumen mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam menentukan terjadinya suatu transaksi pembelian. Konsumen secara kuat di pengaruhi oleh faktor budaya, social, pribadi, psikologis.

Sumber : http://mirnawati27.blogspot.com/2012/11/perilaku-konsumen-dan-contoh-kasus.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi.

         Dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan adanya komunikasi organisasi yang mampu mengembangkan sikap anggota untuk merubah pola pikir dan pola perilakunya sehingga sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dari organisasi tersebut. Redding dan Sanborn dalam Arni Muhammad (2005;65) mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Sedangkan Zelko dan Dance (Arni Muhammad, 2005; 66) mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah suatu system yang saling bergantung yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Catrin Johansson menyatakan a wide definition of organizational communication is used, including internal, external, informal and formal communication with processes ranging from intraindividual to mass mediated communication (2007,93).
           
         Pengertian-pengertian komunikasi organisasi itu menunjukkan bahwa dalam organisasi ada :
  • komunikasi internal dan eksternal, di mana komunikasi internal menunjuk pada komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu sendiri dan komunikasi eksternal yang menunjuk pada komunikasi antara organisasi dengan lingkungan luarnya
  • dalam komunikasi organisasi itu ada aliran pesan yang mengarah pada tujuan organisasi itu denganmedia yang digunakan dalam penyampaian pesan tersebut
  • komunikasi organisasi akan mempengaruhi perilaku anggota-anggotanya. Oleh karena itu setiap organisasi tidak dapat meninggalkan komunikasi organisasi, dengan komunikasi organisasi semua elemen dalam organisasi terintegrasi ke dalam di mana integrasi ini akan memperkuat organisasi untuk menjaga keberlangsungan dalam mencapai tujuan.

       Komunikasi organisasi bukan hanya sekadar alat untuk mencapai tujuan, tetapi lebih dari itu, komunikasi organisasi merupakan suatu proses yang memunculkan adanya suatu makna yang dipahami secara bersama dan menjadi pola pikir dan pola perilaku yang sama dari anggota organisasi tersebut. Tanpa adanya pemaknaan akan tujuan organisasi, maka tujuan organisasi hanya merupakan slogan yang tidak berarti sama sekali. Iklim organisasi dapat terlihat dari hubungan antara pengurus organisasi dengan anggota-anggota. Hubungan yang akrab akan menumbuhkan adanya saling keterbukaan dalam menghadapi situasi sulit yang dialami oleh suatu organisasi. Dengan keterbukaan dalam melibatkan anggota dan didukung oleh iklim organisasi yang hangat, partisipasi anggota untuk terlibat dalam masalah- masalah yang dihadapi organisasi sangat dimungkinkan. Keterlibatan anggota dalam pemecahan masalah organisasi akan memudahkan pengurus untuk mengkoordinasikan strategi-strategi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati. Dalam komunikasi organisasi dikenal pula adanya komunikasi internal dan komunikasi eksternal.Adapun yang dimaksud dengan komunikasi internal adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi itu, misalnya komunikasi antara pengurus dan anggota. Sedangkan komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi dengan organisasi lain, atau dengan lingkungannya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perbandingan Pasar Oligopoli dengan Pasar Monopoli berserta contoh kasus pasar Oligopoli


3. Perbandingan Pasar Oligopoli dengan Pasar Monopoli berserta contoh kasus pasar Oligopoli

Pasar Oligopoli
- Contoh Pasar :
Pasar Oligopoli : industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat
- Ciri-ciri pasar:
Ciri tunggal terpenting dalam pasar oligopoli adalah perusahaan dalam pasar oligopoli mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi atau saling ketergantungan satu sama lainnya, baik dari segi jumlah output yang akan diproduksi maupun tingkat harga yang akan dipasarkan. Implikasi dari hal ini adalah:
a. Hanya terdapat beberapa atau sangat sedikit perusahaan yang menguasai pasar (4 atau 8 besar perusahaan
raksasa menguasai 70%-80% nilai seluruh produksi atau penjualan produknya)
b. Harga jual relatif sama, namun perubahan harga akan diikuti perusahaan lain. Kekuasaan menentukan harga, terkadang kuat (tangguh), ada kalanya sangat lemah
c. Terdapat halangan kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar karena hak paten dan modal
yang diperlukan sangat besar, dengan satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang
mempunyai pangsa pasar terbesar
d. Jenis barang yang dijual bisa homogenous (sejenis), bisa juga diferensiasi(berbeda)
e. Promosi relatif diperlukan.
- Kerugian yang ditimbulkan:
a. Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
b. Timbul inefisiensi produksi
c. Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
d. Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
- Kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak buruk:
a. Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
b. Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen
c. Dibentuk undang-undang anti penggabungan perusahaan, sedangkan pasar monopoli :


Pasar Monopoli
- Pasar Monopoli : PT PLN, PDAM, PT Telkom, PT Carrefour Indonesia
- Ciri-ciri pasar :
a. Terdapat satu penjual
b. Harga ditentukan penjual (monopoli)
c. Perusahaan lain sulit memasuki pasar
d. Konsumen tidak bisa pindah walau rugi
e. Bisa menimbulkan ketidakadilan/kerugian bagi masyarakat
- Kerugian yang ditimbulkan:
a. Perusahaan lain sulit memasuki pasar
b. Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
c. Jumlah produk tergantung monopolis
d. Monopolis umumnya bertindak boros
e. Timbul eksploitasi terhadap pemilik faktor produksi dan pembeli/konsumen
- Kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak buruk:
a.  Mencegah munculnya monopoli dengan undang-undang
b.  Mendirikan perusahaan tandingan yang mampu menyaingi monopolis
c. Membuka impor untuk barang yang diproduksi oleh monopolis
d. Campur tangan pemerintah dalam menentukan harga.


Contoh Kasus Pasar Oligopoli
 - Contoh Kasus dan Pembahasannya

            ANALISIS PERSAINGAN PRODUK SEPEDA MOTOR BERDASARKAN SEGMEN PASAR DAN POSISI PRODUK DALAM PASAR OLIGOPOLI

            Dalam industri otomotif Indonesia khususnya industri sepeda motor sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di antara produk sepeda motor, jenis motor bebek 4 langkah dengan kapasitas 100–110cc merupakan produk yang digemari oleh konsumen. Adanya persaingan yang ketat diantara merek-merek sepeda motor bebek 4 langkah 100 110 cc, mengharuskan produsen sepeda motor tersebut memiliki strategi pemasaran yang tepat dalam menghadapi pesaing-pesaingnya. Strategi pemasaran dapat ditentukan setelah produsen mengetahui segmen dan posisi sepeda motor yang diproduksinya. Segmentasi pasar dan positioning produk merupakan langkah yang diambil oleh perusahaan dalam menentukan sasaran pasar. Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar suatu produk yang bersifat heterogen ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogeny. Produksi barang dan jasa yang diperjualbelikan lazimnya bervariasi baik dalam merk, mutu, kampanye iklan yang dilakukan dan dampak-dampak psikologis yang berbeda-beda terhadap konsumen.
            Penempatan atau positioning adalah tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu di ingatan konsumen. harga bukan merupakan pendongkrak penjualan konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan brand image atau citra baik pada konsumen, menarik market share dan mencegah pesaing baru. Sehingga bisa menimbulkan sikap fanatisme terhadap produk. Karenanya iklan dan promosi memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen. Sehingga memerlukan kampanye iklan yang luas dan besar biayanya Dari 8 merek sepeda motor yang diajukan pada kuesioner pendahuluan, lima merek sepeda motor dipilih oleh sebagian besar responden (> 50 %), yaitu Honda (Supra X-treme), Yamaha (Vega), Suzuki (Shogun cakram), Jialing (Safari JL 100), dan Kawasaki (Kaze). Sedangkan atribut yang dipilih oleh sebagian besar responden (> 60 %), adalah: harga produk baru, ketersediaan dan harga suku cadang, harga jual produk setelah dipakai (bekas), konsumsi bahan bakar, dan model. Kuesioner selanjutnya mengarah ke segmentasi dan positioning produk, yang telah dipilih responden. Terdapat 140 kuesioner yang disebarkan terhadap segmen konsumen secara proporsional. Dari kuesioner yang disebarkan, sebanyak 120 diantaranya dinyatakan sah (88%),dan 16 kuesioner tidak sah (12%). Dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat keyakinan 5% maka jumlah sampel minimum yang harus diambil (n) adalah sebanyak 83 lembar. Dengan demikian jumlah sampel dinyatakan mencukupi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Produksi dan Harga


2. Produksi dan Harga

a.       Pasar monopoli
            Bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual saja. Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing (competitor) sehingga penjual atau monopolis leluasa menguasai pasar. Sebagai penjual tunggal, monopolis dapat meraih keuntungan yang melebihi normal. Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).
            Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar. Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin.
b.      Pasar Persaingan Sempurna
            Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu :
·         Semua perusahaan memproduksi barang/produk yang homogenitas. Produk yang homogen adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
·         Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi yang sempurna. Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
·         Output sebuah perusahaan relative kecil dibandingkan dengan output pasar. Jumlah output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative kecil dibandingkan dengan jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
c.       Pasar Oligopoli
            Pasar Oligopoli adalah bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
            Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Biaya Produksi


1. Biaya Produksi
Definisi Biaya
          Biaya merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya. Hal ini disebabkan biaya sangat menentukan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Biaya dapat digolongkan berdasarkan sudut tinjauan, antara lain :
  1. Menurut keterlibatan biaya dalam pembuatan produk :
    1. Biaya bahan langsung = biaya yang timbul dari pemakaian semua bahan-bahan yang menjadi bagian dari produk jadi.
    2. Biaya buruh langsung = biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang ikut terlibat dalam kegiatan proses produksi.
    3. Biaya tak langsung pabrik = biaya yang terjadi dipabrik
    4. Biaya komersial = biaya tak langsung yang tidak terjadi di pabrik.
  2. Menurut perubahan dalam volume produksi
    1. Biaya tetap : biaya yang tidak tergantung pada volume produksi
    2. Biaya variabel : biaya yang berubah sebanding dengan perubahan volume produksi
Biaya produksi
Cara penentuan biaya pembuatan produk :
  1. Biaya historis : yaitu penentuan biaya produk dengan mengumpulkan semua biaya yang telah terjadi dan diperhitungkan setelah operasi pembuatan produk selesai
  2. Biaya sebelum pembuatan : suatu cara penentuan biaya pembuatan produk sebelum produk tersebut dibuat.
Biaya ini terbagi atas :
    1. Biaya anggaran : berdasarkan kegiatan masa lalu dan perkiraan kegiatan pada masa yang direncanakan
    2. Biaya standar : berdasarkan standar-standar pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kepemimpinan (Gaya Kepemimpinan)

           Kepemimpinan adalah suatu kegeiatan yang dapat mempengaruhi atau memberikan contoh yang pada setiap bawahannya untu mencpai tujuan bersama dalam organisasi. Kepemimpinan ini bisa mencakup dengan seorang seniman, pengrajin, pengusaha, atau praktisi. Dan seseorang yang memimpin kepimpinan ini diharapkan menjadi bagian dari peran penting untuk memberikan pengajaran dan contoh-contoh pada bawahannya.
         Ada juga yang disebut dengaan kepemimpinan karismatik, menurut Max Weber seorang sosiologi dia mendefinisikan karisma yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti anugerah  sebagai “suatu sifat dari seseorang yang membedakan mereka dari orang kebanyakkan dan bisanya dipandang sebagai kemampuan atau kualitas supernatural atau manusia super atau paling tidak daya-daya istimewa. Kemampuan-kemapuan seperti itu dimiliki oleh orang biasa, tetapi dianggap sebagai kekuatan yang bersumber dari Ilahi dan berdsarkan hal ini seseorang dianggap seorang pemimpin”. Jadi kalau menurut saya kepemimpinan karismatik itu ialah kepemimpinan yang didalam dirinya memiliki daya tarik tersendiri atau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain sehingga menurut seseorang yang melihatnya orang tersebut memliki karismatik tersendiri untuk menjadi seorang pemimpin.
Pengertian Kepemimpinan Menurut Para ahli      
Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dari beberapa defini diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai mcam versi penejlasan tentang kepemimpinan itu sendiri. Disni kita akan menjelaskan macam-macam gaya kepimpinan yang sering kita dengar yaitu:
  • Gaya kepemimpinan demokratis

Gaya pemimpin ini ialah gaya yang memberikan kewenangan secara bebas untuk bawahannya. Dalam gaya pemimpin ini jika terjadi masalah dalm perusahaan pasti pemimpin selalu mengikutserkana bawahannya untuk menyelesaikan masalah tersebut dan membentuk sebuat tim yang kompak. Gaya pemimpin ini juga lebih cenderung untuk lebih banyak memberikan informasi tugas dan tanggung jawab.
  • Gaya kempemimpinan otoriter

Gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusannya dan kebijakannya diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Dalam pembagian tugasnya gaya pemmpin ini pemimpin bertanggung jawab penuh atas semua masalh yang terjadi dalam perusahaan tetapi bawahannya hanya akan melaksanakan tugasnya saja.
  • Gaya kepemimpinan bebas

Gaya pemimpin lebih menjurus ke pemimpin hanya terlibat dalam maslah kecil sedangkan para bawahannya yang menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. Jadi gaya kepemimpinan seperti ini tidak melihat atau tidak ada aturan tentang seorang pemimpin dan seorang bawahan.
  •  Gaya kepemimpinan Autokratis

Gaya kepemimpinan yang menggunakan cara kekuasaan untuk mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya sehingga dalam gaya kepemimpinan ini kekuasaanlah yang paling menguntungkan dan banyak mengambil alih perusahaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS